PALEMBANG, MEDIA TRANSPARAN – Bertahun-tahun menghadapi panas, hujan hingga banjir, warga di Lorong Sungijo, RT 26 RW 06, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, masih harus bertahan dengan kondisi jerambah kayu yang rusak dan belum tersentuh pembangunan. Akses yang menjadi satu-satunya jalur keluar masuk menuju permukiman itu dinilai sudah tidak lagi layak dilintasi dan menjadi keluhan utama masyarakat.
Berdasarkan hasil liputan investigasi di lokasi pada Minggu (19/7/2026), kerusakan jerambah kayu telah berlangsung selama bertahun-tahun. Selain menghambat mobilitas warga, kondisi tersebut juga berdampak pada keselamatan pengguna jalan, terutama anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang setiap hari harus melintasi akses tersebut.

Keluhan yang terus disampaikan warga membuat Ketua RT 26 RW 06, Dina Maryana, memilih angkat bicara. Ia mengatakan, sebagai perwakilan masyarakat di tingkat lingkungan, dirinya kerap menerima pertanyaan dan desakan dari warga mengenai kepastian pembangunan jerambah kayu yang hingga kini belum terealisasi, meski usulan telah beberapa kali diajukan kepada pemerintah.

“Sudah lama sekali jalan ini menjadi keluhan warga. Saya sendiri sudah enam tahun menjadi Ketua RT. Sebelum saya, bapak saya juga belum pernah melihat jalan itu diperbaiki. Warga terus mengeluhkan kondisinya kepada saya,” ujar Dina.
Menurutnya, usulan pembangunan sudah diajukan sejak 2020, sebelum pandemi Covid-19. Saat itu pembangunan disebut tertunda akibat pandemi. Namun hingga kini, usulan tersebut belum juga terealisasi.
“Sudah masuk perencanaan. Setiap diminta proposal selalu kami ajukan. Tetapi sampai sekarang hanya sebatas tanggapan, belum pernah ada realisasi di lapangan,” katanya.

Dina juga mengungkapkan bahwa kondisi jerambah kayu yang rusak diduga pernah menyebabkan seorang warga yang sedang hamil terjatuh saat hendak menuju rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.
“Ada. Waktu itu dia hendak ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Karena kondisi jerambah sudah tidak layak, dia terjatuh,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan yang diterima Ketua RT, peristiwa tersebut berujung pada keguguran. Namun, belum terdapat keterangan medis maupun penjelasan resmi dari pihak terkait yang dapat memastikan hubungan langsung antara insiden tersebut dengan kondisi jerambah kayu.
Di wilayah RT 26 RW 06 tercatat terdapat sekitar 135 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, sekitar 50 KK bergantung pada jerambah kayu tersebut sebagai akses utama menuju permukiman.
Selain kondisi jerambah yang rusak, warga juga mengeluhkan belum tersedianya lampu penerangan jalan. Saat malam hari, kawasan itu gelap sehingga warga harus menggunakan senter untuk melintas.
“Kalau malam masih gelap karena belum ada lampu penerangan. Warga kalau lewat harus pakai senter sendiri,” ungkap Dina.

Kerusakan jerambah juga membuat kendaraan roda dua tidak dapat masuk hingga ke rumah warga. Selama bertahun-tahun, warga terpaksa memarkir sepeda motor di luar kawasan permukiman karena akses yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan.
Akibatnya, kendaraan harus terpapar panas matahari, hujan, hingga banjir saat cuaca ekstrem. Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi mempercepat kerusakan kendaraan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran warga terhadap aspek keamanan karena sepeda motor yang diparkir di luar dalam waktu lama dinilai lebih rentan menjadi sasaran tindak pencurian.

Dina berharap Pemerintah Kota Palembang segera merealisasikan pembangunan jerambah kayu yang telah lama diusulkan agar masyarakat memperoleh akses yang aman, layak, dan dapat dilalui kendaraan.
“Kami berharap diperlakukan sama seperti warga di wilayah lain. Jangan karena akses kami sulit, kebutuhan kami terus diabaikan. Kalau memang jembatan dan jerambah ini sudah dijanjikan untuk diperbaiki, tolong segera direalisasikan. Kalau akses sudah baik, masyarakat akan lebih mudah beraktivitas dan kendaraan juga bisa masuk sampai ke rumah,” pungkasnya.
Hingga berita ini disusun, Pemerintah Kota Palembang belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut usulan pembangunan jerambah kayu di Lorong Sungijo, RT 26 RW 06, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati.
(Toni)






