PALEMBANG, MT.com — Sejumlah pengurus Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, mengeluhkan minimnya koordinasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Plaju Ilir, Muhammad Alex, SIP., M.SI.

 

Para pengurus RT menduga sejumlah kegiatan pemerintahan di tingkat kelurahan dilaksanakan tanpa melibatkan maupun melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan jajaran RT dan RW.

 

Keluhan tersebut disampaikan karena para pengurus RT mengaku kerap baru mengetahui adanya kegiatan setelah undangan beredar, bahkan ketika kegiatan telah berlangsung.

 

Padahal, RT merupakan salah satu unsur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, keterlibatan RT sejak tahap perencanaan dinilai penting untuk memastikan informasi kepada warga, partisipasi masyarakat, serta pelaksanaan kegiatan berjalan tertib.

 

“Sampai saat ini belum pernah ada rapat koordinasi, pemberitahuan tertulis maupun lisan dari Bapak PLT Lurah sebelum kegiatan dilaksanakan. Kami sering ditanya warga, padahal kami sendiri tidak tahu-menahu,” tegas salah satu Ketua RT setempat yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Kamis (30/7/2026).

 

Sejumlah Keluhan Mencuat

Dari keluhan yang disampaikan para pengurus RT, terdapat sejumlah persoalan yang menjadi sorotan.

 

Pertama, terkait dugaan tidak dilibatkannya RT dan RW dalam sejumlah kegiatan kelurahan. Kegiatan seperti pembagian bantuan, kegiatan sosial, rapat warga hingga penanganan persoalan kemasyarakatan disebut diputuskan dan dilaksanakan tanpa koordinasi dengan unsur RT maupun RW.

 

Kedua, kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap wibawa pengurus RT di tengah masyarakat. Ketika pengurus tidak mengetahui kegiatan yang berlangsung di wilayahnya, mereka mengaku kesulitan memberikan penjelasan kepada warga yang membutuhkan informasi.

 

Ketiga, minimnya informasi dari pengurus yang mengetahui kondisi warga di lapangan juga dikhawatirkan dapat menyebabkan program maupun bantuan yang disalurkan tidak tepat sasaran serta menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

 

Keempat, para pengurus RT mempertanyakan pola penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kelurahan yang menurut mereka seharusnya mengedepankan musyawarah dan koordinasi dengan unsur masyarakat.

 

Kelima, keluhan terkait minimnya koordinasi tersebut disebut bukan baru terjadi. Sejak Muhammad Alex menjabat sebagai Plt Lurah, persoalan tersebut diklaim telah beberapa kali disampaikan secara lisan, namun para pengurus RT mengaku belum melihat adanya perubahan.

 

Camat dan Pemkot Palembang Diharapkan Turun Tangan

 

Masyarakat dan para pengurus RT berharap Camat Plaju serta Dinas Pemerintahan Kota Palembang segera melakukan verifikasi terhadap keluhan yang disampaikan.

 

Mereka meminta pemerintah memastikan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat kelurahan berjalan sesuai mekanisme, transparan, serta tetap menghargai peran RT dan RW sebagai unsur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 

Para pengurus RT juga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang lebih terbuka sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pihak kelurahan dengan masyarakat.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Muhammad Alex, SIP., M.SI., maupun pihak Kecamatan Plaju terkait keluhan yang disampaikan para pengurus RT tersebut.

 

 

Penulis : Kiyai Andre 

Editor : Toni